Kamis, 01 November 2012

PESANAN BARANG





Kepada yth,
Pimpinan CV. MULTI – LAB
Di Jl. Dukuh Kupang Utara 1 no. 14 Surabaya
Telp : ( 031 ) 5457099 / 91171141/081 330 781 083


PESANAN BARANG
                                                      NO. --------------------------------


Yang bertanda tangan dibawah ini :
N am a                     :
Jabatan                   :
Alamat                   :
Selanjutnya  bertindak untuk dan atas nama  ---------------------------------------Dengan ini memesan barang berupa Peralatan ------------------------------------ ( nama barang terlampir )  kepada :

Nama Perusahaan     :  CV. MULTI – LAB
NPWP                         :  02.208.844.7-614.000
Alamat                       :  Jl. Dukuh Kupang Utara 1 no. 14 Surabaya telp (031)5457099/91171141
No. Rekening             :  Bank Mandiri cab. Kupang jaya Surabaya
                                     141 0012713079  an. CV. MULTI-LAB

Selanjutnya barang –barang tersebut supaya dikirim dan diinstall paling lambat 45 hari kalender setelah diterbitkan Surat Pesanan.
Demikian Surat Pesanan kami buat untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.

                                                                                              .....................,..........,..................... 2012
                                                                                                                          

          
                                                                                                                           PEMESAN,
                                                                                                               




                                                                                                                  ..........................................
                                                                                                                 NIP.


Perpustakaan Digital

 
Perpustakaan digital adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi yang mendukung akses obyek informasi tersebut melalui perangkatan digital (Sismanto, 2008). Layanan ini dpat mempermudah kita dalam mencari informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format digital dengan cepat, tepat dan akurat. Dalam perpustakaan digital tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan sumber sumber lain dan pelayanan informasinya terbuka bagi pengguna di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan digital tidaklah terbatas pada dokumen elektronik pengganti bentruk cetak saja, ruang lingkup koleksinya sampai pada artefak digital yang tidak bisa digantikan dalam bentuk tercetak.
Proses pembuatan Perpusstakaan digital menurut Suryandari (2007), terdapat proses digitalisasi yang terdiri dari tiga kegiatan utama, yaitu:
1. Scanning, yaitu proses memindah dokumen dalam bentuk cetak dan mengubahnya kedalam bentuk berkas digtal, contohnya seperti berkas PDF.
2. Editing, yaitu proses mengolah berkas PDF didalam komputer dengan cara memberikan catatan kaki, hyperlink, daftar isi dan sebagainya.
Proses OCR (Optical Character Recognition) dikatergorikan pula kedalam proses editing. OCR adalah sebuah proses yang mengubah gambar menjadi teks.
3. Uploading, yaitu proses pengisian (input) metadata dan meng-upload berkas dokumen tersebut ke digital library.
Berkas yang di-upload sudah dalam berkas PDF yang telah melalui prose editing.
Dibagian akhir, ada dua buah server. Server pertama yaitu sebuah server yang berhubungan dengan internet, berisi seluruh metadata dan full text karya akhir yang dapat diakses oleh seluruh pengguna didalam Local area Network (LAN) perpustakaan yang bersangkutan. Sedangkan server kedua adalah sebuah server yang terhubung ke internet, berisi metadata dan abstrak karya tersebut. Pemisahan kedua server ini bertujuan untuk keamanan data. Dengan demikian, full text sebuah karya hanya dapat diakses dari LAN, sedangkan melalui internet, sebuah karya dapat diakses.
Beberapa keunggulan perpustakaan digital yaitu :
1. Long distance service, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna bisa menikmati layanan sepuasnya, kapanpun dan dimanapun.
2. Akses yang mudah. Akses pepustakaan digital lebih mudah dibanding dengan perpustakaan konvensional, karena pengguna tidak perlu dipusingkan dengan mencari di katalog dengan waktu yang lama.
3. Murah(cost efective). Perpustakan digital tidak memerlukan banyak biaya. Mendigitalkan koleksi perpustakaan lebih murah dibandingkan dengan membeli buku.
4. Publikasi karya secara global. Dengan adanya perpustakaan digital, karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke seluruh dunia dengan bantuan internet.
Selain keunggulan, perpustakaan digital juga memiliki kelemahan, yaitu
1. Tidak semua pengarang mengizinkan karyanya didigitalkan. Pastinya, pengarang akan berpikir pikir tentang royalti yang akan diterima bila karyanya didigitalkan.
2. Masih banyak masyarakat Indonesia yang buta akan teknologi. Apalagi, bila perpustakaan digital ini dikembangkan dalam perpustakaan di pedesaan.
3. Masih sedikit pustakawan yang belum mengerti tentang tata cara mendigitalkan koleksi perpustakaan. Itu artinya butuh sosialisasi dan penyuluhan tentang perpustakaan digital.
Perpustakaan digital dan perpustakaan biasa pastilah mempunyai kelebihan dan kelemahan masing masing. Perbedaan perpustakaan biasa dan digital terlihat pada keberadaan koleksi. Koleksi perpustakaan digital tidah harus berada di sebuah tempat fisik, sedangkan koleksi perpustakaan biasa terletak pada sebuah tempat yang menetap, yaitu perpustakaan. Selain itu konsepan dari kedua perpustakaan juga terdapat perbedaan ,konsep perpustakaan digital identik dengan internetr atau komputer, sedangkan konsep perpustakaan biasa adalah buku buku yang terletak pada suatu tempat. Perpustakaan digital dapat dinikmati pengguna dimana saja dan kapan saja, sedangkan pada perpustakaan biasa pengguna menikmati di perpustakaan denngan jam jam yang telah diatur oleh kebijakan organisasi perpustakaan.


by : Syahri

MICRO TEACHING

 Perkembangan ilmu Pengetahuan dan tehnologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil tehnologi dalam proses belajar. Para pendidik dituntut agar mampu menggunakan media yang dapat disediakan oleh sekolah dan tidak tertutup kemungkinanan bahwa media tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Media merupakan alat, metode dan tehnik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pendidik dan peserta didikdalam proses pendidikandan pengajaran disekolah.Didalam proses belajar mengajar dilingkungan pendidikan diperlukan adanya mediaperencanaan yang baik.

Manfaat media dapat menarik peserta didik,bahan pelajaran lebih jelas, memudahkan pendidik dalam penyusunan metode belajar, sedangkan dilihat dari tujuan media perencanaan adalah agar dapat menentukan metode media pendidikan apa yang akan digunakan oleh pendidik dalam membimbing kegiatan belajar peserta didik,dapat menentukan media yang baik yang akan digunakan dan lebih mempermudah pendidik untuk menyampaikan materi kepada peserta didik agar lebih mudah dipahami. Ciri-ciri media yang paling utama adalah Media Pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik dalam kelas maupun diluar kelas. Untuk jenis-jenis media dapat dikelompokkan menjadi media hasil tehnologi cetak, media hasil tehnologi audio visual,media hasil tehnologi berdasarkan computer dan media hasil tehnologi gabungan cetak dan computer.

Pada proses pembelajaran. Ketrampilan dasar mengajar dapat diperoleh melalui pembelajaran mikro atau micro teaching. Oleh karena itu pembelajaran mikro sangat diperlukan dalam bentuk peer teaching dengan harapan agar para gadik dapat sekaligus menjadi observer temannya sesama gadik, dengan harapan masing-masing gadik dapat saling memberikan koreksi dan masukan untuk memperbaiki kekurangan penguasaan ketram-pilan dasar dalam mengajar.
Pengajaran mikro telah dipraktikkan secara meluas dalam latihan keguruan di seluruh dunia sejak diperkenalkan di Stanford University oleh Dwight W. Allen, Robert Bush dan Kim Romney pada tahun 1950-an. Untuk dapat memahami micro teaching atau pembelajaran mikro bagi calon gadik, dikemukakan beberapa asumsi dasar yaitu:
1. Pada umumnya guru tidak dilahirkan tetapi dibentuk terlebih dahulu.
2. Keberhasilan seseorang menguasai hal-hal yang lebih kompleks ditentukan oleh keberhasilannya menguasai hal-hal yang lebih sederhana sifatnya. Dengan terlebih dahulu menguasai berbagai ketrampilan dasar mengajar, maka akan dapat dilaksanakan kegiatan mengajar secara keseluruhan yang bersifat kompleks.
3. Dengan menyederhanakan situasi latihan maka perhatian dapat dilakukan sepenuhnya kepada pembinaan ketrampilan tertentu yang merupakan komponen kegiatan mengajar.
4. Dalam latihan-latihan yang sangat terbatas, calon guru lebih mudah mengontrol tingkah lakunya jika dibandingkan dengan mengajar secara global yang bersifat kompleks.
5. Dengan penyederhanaan situasi latihan, diharapkan akan memudahkan observasi yang lebih sistematis, obyektif serta pencatatan yang lebih teliti. Hasil dari observasi ini diharapkan dapat digunakan sebagi balikan calon guru tentang kekurangan yang dilakukan dan segera diketahui yang selanjutnya akan diperbaiki pada kesempatan latihan berikutnya.
Merujuk pada beberapa asumsi dasar pengajaran mikro dapat dikemukakan beberapa pengertian pengajaran mikro sebagai berikut:
1. Pengajaran mikro dirumuskan sebagai pengajaran dalam skala kecil atau mikro yang dirancang untuk mengembangkan ketrampilan baru dan memperbaiki ketrampilan yang lama.
2. Pengajaran mikro adalah meto-de latihan yang dirancang sedemikian rupa dengan jalan mengisolasi bagian-bagian komponen dari proses pengajaran sehingga calon gadik dapat menguasai ketrampilan satu per satu dalam situasi mengajar yang disederhanakan.
3. Micro teaching is effective method of learning to teach, oleh sebab itu micro teaching sama dengan teaching to teach dan atau learning to teach.
4. Mengikut Micheel J Wallace pengajaran mikro merupakan pengajaran yang disederhana-kan. Situasi pengajaran

Demikian informasi yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat,terimakasih


by : Syahri