Perpustakaan digital
adalah sebuah sistem yang memiliki berbagai layanan dan obyek informasi
yang mendukung akses obyek informasi tersebut melalui perangkatan
digital (Sismanto, 2008). Layanan ini dpat mempermudah kita dalam
mencari informasi seperti dokumen, gambar dan database dalam format
digital dengan cepat, tepat dan akurat. Dalam perpustakaan digital tidak
berdiri sendiri, melainkan terkait dengan sumber sumber lain dan
pelayanan informasinya terbuka bagi pengguna di seluruh dunia. Koleksi
perpustakaan digital tidaklah terbatas pada dokumen elektronik pengganti
bentruk cetak saja, ruang lingkup koleksinya sampai pada artefak
digital yang tidak bisa digantikan dalam bentuk tercetak.
Proses pembuatan Perpusstakaan digital menurut Suryandari (2007), terdapat proses digitalisasi yang terdiri dari tiga kegiatan utama, yaitu:
1. Scanning, yaitu proses memindah
dokumen dalam bentuk cetak dan mengubahnya kedalam bentuk berkas digtal,
contohnya seperti berkas PDF.
2. Editing, yaitu proses mengolah berkas PDF didalam komputer dengan
cara memberikan catatan kaki, hyperlink, daftar isi dan sebagainya.
Proses OCR (Optical Character Recognition) dikatergorikan pula kedalam
proses editing. OCR adalah sebuah proses yang mengubah gambar menjadi
teks.
3. Uploading, yaitu proses pengisian (input) metadata dan meng-upload berkas dokumen tersebut ke digital library.
Berkas yang di-upload sudah dalam berkas PDF yang telah melalui prose editing.
Dibagian akhir, ada dua buah server.
Server pertama yaitu sebuah server yang berhubungan dengan internet,
berisi seluruh metadata dan full text karya akhir yang dapat diakses
oleh seluruh pengguna didalam Local area Network (LAN) perpustakaan yang
bersangkutan. Sedangkan server kedua adalah sebuah server yang
terhubung ke internet, berisi metadata dan abstrak karya tersebut.
Pemisahan kedua server ini bertujuan untuk keamanan data. Dengan
demikian, full text sebuah karya hanya dapat diakses dari LAN, sedangkan
melalui internet, sebuah karya dapat diakses.

Beberapa
keunggulan perpustakaan digital yaitu :
1. Long distance service, artinya dengan perpustakaan digital, pengguna
bisa menikmati layanan sepuasnya, kapanpun dan dimanapun.
2. Akses yang mudah. Akses pepustakaan digital lebih mudah dibanding
dengan perpustakaan konvensional, karena pengguna tidak perlu
dipusingkan dengan mencari di katalog dengan waktu yang lama.
3. Murah(cost efective). Perpustakan digital tidak memerlukan banyak
biaya. Mendigitalkan koleksi perpustakaan lebih murah dibandingkan
dengan membeli buku.
4. Publikasi karya secara global. Dengan adanya perpustakaan digital,
karya-karya dapat dipublikasikan secara global ke seluruh dunia dengan
bantuan internet.
Selain keunggulan, perpustakaan digital juga memiliki kelemahan, yaitu
1. Tidak semua pengarang mengizinkan karyanya didigitalkan. Pastinya,
pengarang akan berpikir pikir tentang royalti yang akan diterima bila
karyanya didigitalkan.
2. Masih banyak masyarakat Indonesia yang buta akan teknologi. Apalagi,
bila perpustakaan digital ini dikembangkan dalam perpustakaan di
pedesaan.
3. Masih sedikit pustakawan yang belum mengerti tentang tata cara
mendigitalkan koleksi perpustakaan. Itu artinya butuh sosialisasi dan
penyuluhan tentang perpustakaan digital.
Perpustakaan digital dan perpustakaan biasa
pastilah mempunyai kelebihan dan kelemahan masing masing. Perbedaan
perpustakaan biasa dan digital terlihat pada keberadaan koleksi. Koleksi
perpustakaan digital tidah harus berada di sebuah tempat fisik,
sedangkan koleksi perpustakaan biasa terletak pada sebuah tempat yang
menetap, yaitu perpustakaan. Selain itu konsepan dari kedua perpustakaan
juga terdapat perbedaan ,konsep perpustakaan digital identik dengan
internetr atau komputer, sedangkan konsep perpustakaan biasa adalah buku
buku yang terletak pada suatu tempat. Perpustakaan digital dapat
dinikmati pengguna dimana saja dan kapan saja, sedangkan pada
perpustakaan biasa pengguna menikmati di perpustakaan denngan jam jam
yang telah diatur oleh kebijakan organisasi perpustakaan.
by : Syahri