Kamis, 01 November 2012

MICRO TEACHING

 Perkembangan ilmu Pengetahuan dan tehnologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil tehnologi dalam proses belajar. Para pendidik dituntut agar mampu menggunakan media yang dapat disediakan oleh sekolah dan tidak tertutup kemungkinanan bahwa media tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Media merupakan alat, metode dan tehnik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara pendidik dan peserta didikdalam proses pendidikandan pengajaran disekolah.Didalam proses belajar mengajar dilingkungan pendidikan diperlukan adanya mediaperencanaan yang baik.

Manfaat media dapat menarik peserta didik,bahan pelajaran lebih jelas, memudahkan pendidik dalam penyusunan metode belajar, sedangkan dilihat dari tujuan media perencanaan adalah agar dapat menentukan metode media pendidikan apa yang akan digunakan oleh pendidik dalam membimbing kegiatan belajar peserta didik,dapat menentukan media yang baik yang akan digunakan dan lebih mempermudah pendidik untuk menyampaikan materi kepada peserta didik agar lebih mudah dipahami. Ciri-ciri media yang paling utama adalah Media Pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik dalam kelas maupun diluar kelas. Untuk jenis-jenis media dapat dikelompokkan menjadi media hasil tehnologi cetak, media hasil tehnologi audio visual,media hasil tehnologi berdasarkan computer dan media hasil tehnologi gabungan cetak dan computer.

Pada proses pembelajaran. Ketrampilan dasar mengajar dapat diperoleh melalui pembelajaran mikro atau micro teaching. Oleh karena itu pembelajaran mikro sangat diperlukan dalam bentuk peer teaching dengan harapan agar para gadik dapat sekaligus menjadi observer temannya sesama gadik, dengan harapan masing-masing gadik dapat saling memberikan koreksi dan masukan untuk memperbaiki kekurangan penguasaan ketram-pilan dasar dalam mengajar.
Pengajaran mikro telah dipraktikkan secara meluas dalam latihan keguruan di seluruh dunia sejak diperkenalkan di Stanford University oleh Dwight W. Allen, Robert Bush dan Kim Romney pada tahun 1950-an. Untuk dapat memahami micro teaching atau pembelajaran mikro bagi calon gadik, dikemukakan beberapa asumsi dasar yaitu:
1. Pada umumnya guru tidak dilahirkan tetapi dibentuk terlebih dahulu.
2. Keberhasilan seseorang menguasai hal-hal yang lebih kompleks ditentukan oleh keberhasilannya menguasai hal-hal yang lebih sederhana sifatnya. Dengan terlebih dahulu menguasai berbagai ketrampilan dasar mengajar, maka akan dapat dilaksanakan kegiatan mengajar secara keseluruhan yang bersifat kompleks.
3. Dengan menyederhanakan situasi latihan maka perhatian dapat dilakukan sepenuhnya kepada pembinaan ketrampilan tertentu yang merupakan komponen kegiatan mengajar.
4. Dalam latihan-latihan yang sangat terbatas, calon guru lebih mudah mengontrol tingkah lakunya jika dibandingkan dengan mengajar secara global yang bersifat kompleks.
5. Dengan penyederhanaan situasi latihan, diharapkan akan memudahkan observasi yang lebih sistematis, obyektif serta pencatatan yang lebih teliti. Hasil dari observasi ini diharapkan dapat digunakan sebagi balikan calon guru tentang kekurangan yang dilakukan dan segera diketahui yang selanjutnya akan diperbaiki pada kesempatan latihan berikutnya.
Merujuk pada beberapa asumsi dasar pengajaran mikro dapat dikemukakan beberapa pengertian pengajaran mikro sebagai berikut:
1. Pengajaran mikro dirumuskan sebagai pengajaran dalam skala kecil atau mikro yang dirancang untuk mengembangkan ketrampilan baru dan memperbaiki ketrampilan yang lama.
2. Pengajaran mikro adalah meto-de latihan yang dirancang sedemikian rupa dengan jalan mengisolasi bagian-bagian komponen dari proses pengajaran sehingga calon gadik dapat menguasai ketrampilan satu per satu dalam situasi mengajar yang disederhanakan.
3. Micro teaching is effective method of learning to teach, oleh sebab itu micro teaching sama dengan teaching to teach dan atau learning to teach.
4. Mengikut Micheel J Wallace pengajaran mikro merupakan pengajaran yang disederhana-kan. Situasi pengajaran

Demikian informasi yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat,terimakasih


by : Syahri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar