Manfaat media dapat menarik peserta didik,bahan pelajaran lebih jelas, memudahkan pendidik dalam penyusunan metode belajar, sedangkan dilihat dari tujuan media perencanaan adalah agar dapat menentukan metode media pendidikan apa yang akan digunakan oleh pendidik dalam membimbing kegiatan belajar peserta didik,dapat menentukan media yang baik yang akan digunakan dan lebih mempermudah pendidik untuk menyampaikan materi kepada peserta didik agar lebih mudah dipahami. Ciri-ciri media yang paling utama adalah Media Pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik dalam kelas maupun diluar kelas. Untuk jenis-jenis media dapat dikelompokkan menjadi media hasil tehnologi cetak, media hasil tehnologi audio visual,media hasil tehnologi berdasarkan computer dan media hasil tehnologi gabungan cetak dan computer.
Pada proses pembelajaran. Ketrampilan dasar mengajar dapat diperoleh melalui pembelajaran mikro atau micro teaching. Oleh karena itu pembelajaran mikro sangat diperlukan dalam bentuk peer teaching
dengan harapan agar para gadik dapat sekaligus menjadi observer
temannya sesama gadik, dengan harapan masing-masing gadik dapat saling
memberikan koreksi dan masukan untuk memperbaiki kekurangan penguasaan
ketram-pilan dasar dalam mengajar.
Pengajaran
mikro telah dipraktikkan secara meluas dalam latihan keguruan di
seluruh dunia sejak diperkenalkan di Stanford University oleh Dwight W.
Allen, Robert Bush dan Kim Romney pada tahun 1950-an. Untuk dapat
memahami micro teaching atau pembelajaran mikro bagi calon gadik, dikemukakan beberapa asumsi dasar yaitu:
1. Pada umumnya guru tidak dilahirkan tetapi dibentuk terlebih dahulu.
2.
Keberhasilan seseorang menguasai hal-hal yang lebih kompleks
ditentukan oleh keberhasilannya menguasai hal-hal yang lebih sederhana
sifatnya. Dengan terlebih dahulu menguasai berbagai ketrampilan dasar
mengajar, maka akan dapat dilaksanakan kegiatan mengajar secara
keseluruhan yang bersifat kompleks.
3.
Dengan menyederhanakan situasi latihan maka perhatian dapat dilakukan
sepenuhnya kepada pembinaan ketrampilan tertentu yang merupakan komponen
kegiatan mengajar.
4.
Dalam latihan-latihan yang sangat terbatas, calon guru lebih mudah
mengontrol tingkah lakunya jika dibandingkan dengan mengajar secara
global yang bersifat kompleks.
Merujuk pada beberapa asumsi dasar pengajaran mikro dapat
dikemukakan beberapa pengertian pengajaran mikro sebagai berikut:
1.
Pengajaran mikro dirumuskan sebagai pengajaran dalam skala kecil atau
mikro yang dirancang untuk mengembangkan ketrampilan baru dan
memperbaiki ketrampilan yang lama.
2.
Pengajaran mikro adalah meto-de latihan yang dirancang sedemikian rupa
dengan jalan mengisolasi bagian-bagian komponen dari proses pengajaran
sehingga calon gadik dapat menguasai ketrampilan satu per satu dalam
situasi mengajar yang disederhanakan.
3.
Micro teaching is effective method of learning to teach, oleh sebab
itu micro teaching sama dengan teaching to teach dan atau learning to
teach.
4. Mengikut Micheel J Wallace pengajaran mikro merupakan pengajaran yang disederhana-kan. Situasi pengajaran
Demikian informasi yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat,terimakasih
by : Syahri

Tidak ada komentar:
Posting Komentar